Waspada 10 Hal Penting Untuk Keamanan Botol Minum Anak

3 min read

botol minum anak

Tahukah Anda kalau memilih botol minum yang kurang tepat bisa berbahaya. Pasalnya BPA atau Bisphenol-A merupakan bahan kimia, yang bisa menyebabkan gangguan otak, menyebabkan cacat lahir, hingga menyebabkan kanker jika terlalu sering dikonsumsi.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda bisa memilihkan botol minum dengan standard keamanan, untuk menjaga kesehatan anggota keluarga.

Menjaga Kesehatan Lewat Botol Minum Anak

Gunakan Botol Minum Bahan Aman

botol minum anak

Botol minum yang dijual di pasaran tidak semuanya aman digunakan. Beberapa jenis botol mengancam kesehatan. Berpotensi mengandung bahan kimia berbabahya. Itu sebabnya Bunda, jangan salah pilih botol. Beli yang bahan poliester, polikarbonat, polietilena, polipropilena, besi (stainless steel), alumunium, atau kaca.

Berhati-hati jika bahan stainless steel atau alumunium. Memang kedua bahan lebih tahan banting dan bebal di suhu manapun. Namun, perlu diingat keduanya bisa mengalami korosi. Kalau sudah lama, kandungan zat besi dan serpihan alumunium akan menimbulkan rasa aneh pada air minum. Senyawa yang larut berdampak pada kesehatan.

2. Berlabel BPA-Free di Botol Plastik

BPA free
Source: oneloosetoothdental

Kebanyakan anak-anak menggunakan botol plastik. Sebelum membeli, pastikan keamanan botol. Dilihat dari label yang tercantum. Botol plastik berbahan aman biasanya terdeteksi label BPA-Free. Artinya bahan bebas dari kandungan BPA. Bisphenol A (BPA) adalah Senyawa kimia pada plastik polikarbonat.

Penelitian membuktikan bahwa polikarbonat sering digunakan pada kemasan makanan dan minuman. Botol susu paling sering, karena ciri botolonya bening dan kuat. Meskipun aman, perlu diperhatikan bahwa ikatan BPA dengan polimer plastik rentan terlepas kapan saja. Hidarkan terpapar suhu panas secara langsung. Kesehatan anak jadi taruhannya.

3. Cek Tanda Pada Botol Plastik

Bottle code
Source: battlethebottlecaps

Botol berbahan plastik terlihat lebih aman dibawa anak-anak. Bentuknya ringan dan tidak mudah pecah. Tidak semua botol plastik berbahaya. Beberapa jenis bahan plastik aman digunakan berkali-kali, tapi dengan catatan harus jeli mendeteksi tanda pada botol. Pilih yang berlabel BPA-Free.

Selain itu, Anda cek nomer kode di bawah botol. Ada tanda segitiga yang didalamnya terdapat angka. Dibawah segitiga ada penjelasan jenis plastik yang digunakan. Angka 1 berarti digunakan satu kali. Produk angka 2 dan 4 cukup aman digunakan dua atau tiga kali. Sedangkan, angka 3,6, dan 7 jangan dibeli. Jenis bahan potensi mencemari air minum.

4. Ambil Botol Lingkaran Leher yang Lebar

Di pasaran berbagai macam bentuk botol ditawarkan. Desain botol apik-apik jadi lahan bisnis masa kini. Botol minum tak pernah sepi peminatnya, beriringan dengan kesadaran orang-orang membawa minum sendiri. Hingga tidak menyadari bahwa pentingnya memilih bentuk botol dengan lingkaran leher lebar.

Jika hendak membeli botol, jangan tergiur model ‘cantik’-nya. Pastikan pilih botol sesuai yang disarankan. Hal ini bertujuan agar botol mudah dibersihkan hingga ke bagian dasarnya. Jika lingkaran lehernya kecil akan sulit disikat dan dibersihkan. Botol akan rentan ditumbuhi bakteri, jamur, bahkan lumut.

5. Prioritas Sesuai Kebutuhan

Botol bayi
Source: unsplash

Terkadang para Bunda gemas dengan bentuk botol yang lucu-lucu. Ditambah warnanya yang mencuri perhatian. Tanpa pikir panjang otomatis sudah berdiri depan kasir. Pilih model botol yang disenangi anak. Sehingga anak memiliki keinginan membawanya setiap waktu. Kalau perlu botol yang ringan dan tidak mudah pecah.

Belilah botol sesuai kegunanaannya. Sesuaikan desain yang peling sering diminati anak-anak. Biasanya anak hanya perlu satu botol untuk ke sekolah, tapi bertambahnya aktivitas diluar sekolah mungkin bisa dibedakan. Misal, jika anak ikut ekskul sepak bola. Makan botol minum diperlukan dengan kapasitas besar. Untuk meminimal dehidrasi.

6. Pilih Produk dengan Desain Lucu

Mencari botol minum sesuai kebutuhan
Source: cdn.smartkiddo

Anak-anak cenderung menyukai bentuk-bentuk yang lucu. Dengan warna-warna memikat. Bagi anak-anak, botol berdesai menarik akan lebih gaya dibawa kemanapun. Sudah banyak beredar pilihan botol kekinian. Bahkan tak hanya digunakan anak-anak. Mulai remaja hingga dewasa juga memilikinya.

Produk-produk terbaik terus diluncurkan. Contohnya, botol minum anak berbentuk termos model peluru. Terbuat dari stainless steel dengan bagian tutup berwarna emas mirip peluru. Ada lagi botol dengan animal planet, cocok untuk si Kecil karena desainnya unik. Ada juga MemoBottle dengan bentuk unik dan ramping. Tertarik membelinya ?

7. Cucilah Botol Minuman dengan Benar

Mencuci botol
Source: Grid

Ini adalah bagian paling krusial saat membersihkan botol. Tujuannya agar botol minum tetap terjaga steril. Maka, Bunda perlu paham cara yang benar dan tepat dalam mebersihkan. Pertama, masukkan air hangat ke dalam botol minum sampai penuh saat mencucinya. Tutup botol minum, lalu diamkan beberapa menit tujuan untuk bersihkan bakteri.

Setelahnya, isi kembali botol dengan air hangat tapi kali ini campur dengan sabun pembersih. Gunakan sabun dengan bahan aktif anti bakteri atau bahan aktif pencegah tumbuhnya bakteri. Tutup botol minum lalu kocok-kocok. Gunakan sikat botol untuk bersihkan bagian dalamnya. Bagian luar cukup gosok dengan tangan.

8. Jangan Hangatkan dalam Microwave

no microwave sign
Source: healthywomen

Sebagian orangtua kadang teledor. Inginnya menghangatkan minuman dengan cara yang simple, namun berujung salah. Canggihnya alat justru melenakan. Menghangatkan minuman dalam microwave sebaiknya tidak dilakukan. Karena akan merusak partikel-partikel pada botol minum.

Keteledoran seperti ini akan berdampak pada meleburnya partikel-partikel dalam botol. Hingga tanpa sadar bercampur pada air minum. Nantinya saat dikonsumsi tanpa sadar masuk ke dalam pencernaan. Akan menjadi bahaya jika tidak diantisipasi diawal. Karena partikel memunculkan penyakit dini.

9. Jangan Masukkan Minuman Panas Dalam Botol

no hot water
Source: clipartmax

Mungkin Bunda ingin anaknya ke sekolah membawa minuman hangat. Seperti susu hangat, coklat hangat, atau teh hangat. Sebenarnya bukan tidak boleh. Hanya perlu diperhatikan jenis botol apa yang dipakai. Banyak yang tanpa sengaja memasukkan minuman panas ke dalam botol plastik. Jangan lagi dilakukan. Ini berbahaya.

Hal ini tidak dianjurkan karena meningkatkan suhu lapisan luar botol minum anak. Kegiatan yang orangtua anggap simple nyatanya membahayakan. Ada baiknya minuman panas didiamkan dulu di suhu luar. Tidak usah terlalu lama diluar nanti hangatnya hilang. Setelah kondisi setengah hangat bisa dimasukkan ke dalam botol.

10. Hilangkan Aroma Tak Sedap dengan Bahan Dapur

botol minum anak

Botol yang sering digunakan seringkali beraroma kurang sedap. Khususnya botol berbahan plastik. Kadang juga botol minum anak yang salah tempat penyimpanan bisa beraroma seperti lumpur yang mengganggu. Adakah solusi menghilangkan bau ? Tenang Bunda, cukup gunakan bahan-bahan dapur semua beres.

Pertama, bisa gunakan garam cukup sejumput saja. Taburkan di permukaan botol setelah itu cuci bersih dengan sabun. Kedua, daun teh kering yang aromanya khas. Manfaatkan teh yang sudah diseduh dan dikeringkan. Taburkan di permukaan seperlunya lalu bilas air bersih. Ketiga, juga bisa taburkan bubuk kopi dan diamkan 1 jam lalu bilas. Mudah kan ?

Bunda jagan sepelekan kebersihan botol minum anak lagi ya. Sekecil apapun bendanya harus dijaga keamanannya. Karena kesehatan anak adalah prioritas. Munculnya penyakit degenaratif dimulai dari usia kecil yang harus dijaga kesehatannya. Jadi untuk para orang tua diharapkan mencegah lebih dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *